Prospek Harga Emas Pekan Depan: Fed, Dolar, dan Minyak Tentukan Arah


Ady Phangestu
-
September 19, 2026
Prospek Harga Emas Pekan Depan: Fed, Dolar, dan Minyak Tentukan Arah

Harga emas menutup pekan dengan kabar baik. Emas naik ke US$4.380 per ons. Namun, satu pertanyaan besar masih terbuka. Apakah ini awal pemulihan, atau hanya jeda sebelum tekanan berikutnya?

Ringkasan Cepat

  • Emas naik ke level tertinggi satu pekan di US$4.380. Ini kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan.
  • Pendorongnya adalah minyak yang turun di bawah US$100 per barel dan dolar yang melemah dari puncak tujuh pekan.
  • Penahannya adalah The Fed yang tegas dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun di sekitar 5%.
  • Penopang jangka menengahnya adalah pembelian emas oleh bank sentral dan arus dana ke ETF emas.

Benang Merah: Dua Kekuatan yang Saling Tarik

Pasar komoditas pekan lalu bergerak di antara dua kekuatan. Di satu sisi, suku bunga naik. The Fed menaikkan suku bunga 25 bps ke kisaran 3,75%–4%. Selain itu, The Fed memberi sinyal satu kenaikan lagi sebelum akhir tahun. Bank of Japan juga menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun.

Di sisi lain, ada faktor yang menopang emas. Harga minyak bergejolak. Ketegangan di Timur Tengah masih tinggi. Selain itu, bank sentral terus membeli emas.

Emas tidak memberi bunga. Karena itu, emas biasanya tertekan saat suku bunga naik. Meski begitu, emas justru menguat pekan lalu. Hal ini patut dicermati.

Dolar AS: Masih Kuat, Tetapi Mulai Lelah

Indeks dolar (DXY) turun 0,03% pada Jumat. Sebelumnya, indeks ini sempat menyentuh level tertinggi tujuh pekan. Awalnya, dolar naik karena yen melemah ke titik terendah dua pekan. Imbal hasil obligasi AS yang naik juga ikut membantu.

Namun, data ekonomi AS merusak tren itu. Produksi manufaktur Agustus turun 0,3% dari bulan sebelumnya. Padahal, pasar berharap ada kenaikan 0,3%. Ini penurunan terbesar dalam 10 bulan. Indikator ekonomi utama juga turun 0,1%, penurunan pertama dalam lima bulan.

Akibatnya, muncul pertanyaan sulit bagi The Fed. Seberapa lama ekonomi AS sanggup menahan suku bunga tinggi?

Minyak dan Selat Hormuz: Katup Inflasi

Bagi emas, harga minyak sangat penting. Minyak yang mahal memicu inflasi. Sebaliknya, minyak yang murah meredakan tekanan itu. Pada Jumat, harga minyak WTI turun sekitar 1%. Harga minyak mentah pun jatuh di bawah US$100 per barel untuk sesi ketiga berturut-turut.

Kekhawatiran pasokan mereda karena tiga hal:

Meski begitu, kewaspadaan tetap perlu. Pada Kamis, hanya empat kapal komoditas yang terdeteksi melintasi Hormuz. Selain itu, minyak hanya turun sekitar 0,5% sepanjang pekan. Jadi, kelegaan ini belum tuntas.

Logikanya tetap jelas. Minyak murah menurunkan ekspektasi inflasi. Akibatnya, The Fed punya ruang lebih besar untuk melonggarkan kebijakan. Hal ini menguntungkan emas.

Imbal Hasil 5%: Tembok Tertinggi bagi Emas

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 7 bps ke 5% pada Jumat. Sebelum keputusan FOMC, imbal hasil ini sempat menembus 5,04%. Itu level tertinggi sejak 2007. Pasar ragu The Fed mampu menekan inflasi.

Namun, Ketua The Fed Warsh menegaskan komitmennya. Ia berjanji menjinakkan inflasi. Sebagai hasilnya, pasar kini melihat peluang 55%–60% untuk kenaikan 25 bps lagi. Keputusan itu akan diambil pada pertemuan FOMC 27–28 Oktober.

Inilah sebab kenaikan emas tertahan. Saat imbal hasil tinggi, memegang emas terasa mahal. Sebab, investor melepas peluang memperoleh bunga. Selain itu, kenaikan suku bunga BOJ dan naiknya imbal hasil obligasi global menambah tekanan.

Penopang di Bawah Permukaan: Bank Sentral dan Dana

Dua fondasi menahan emas dari penurunan yang lebih dalam.

Pertama, arus dana. Posisi long pada ETF emas naik ke level tertinggi 6,5 bulan pada Jumat. Posisi long ETF perak mencapai level tertinggi 5,5 bulan pada 25 Agustus. Selain itu, aksi beli untuk menutup posisi jual (short covering) ikut mendorong emas dan perak.

Kedua, bank sentral. Cadangan emas PBOC naik 650.000 ons menjadi 76,73 juta ons pada Agustus. Ini kenaikan terbesar dalam tiga tahun. Selain itu, ini bulan ke-22 berturut-turut PBOC menambah emasnya. Pembeli seperti ini tidak terlalu peduli pada harga. Dengan kata lain, mereka membentuk lantai bagi harga emas. Data lain dapat dilihat di World Gold Council.

Sementara itu, perak mendapat dukungan tambahan. Presiden ECB Christine Lagarde menyebut pertumbuhan Zona Euro sedikit lebih baik dari perkiraan. Sinyal ini menandakan permintaan logam industri Eropa yang membaik.

Peta Pekan Depan: Apa yang Perlu Dipantau

Sumber data kami tidak memuat kalender lengkap untuk pekan depan. Karena itu, pembaca perlu memeriksa jadwal resmi. Sebagai panduan, analisis pasar pekanan HFM membahas sinyal suku bunga The Fed dan rilis PMI global. Anda juga bisa membaca berita dan analisis HFM lainnya.

Berdasarkan kondisi terkini, lima hal ini layak dipantau:

  1. Pernyataan pejabat The Fed. Nada mereka akan menentukan arah peluang kenaikan Oktober.
  2. Data ekonomi AS. Setelah data manufaktur mengecewakan, data berikutnya akan menguji narasi perlambatan.
  3. Imbal hasil 10 tahun. Bertahan di atas 5% menekan emas. Sebaliknya, penurunan membuka ruang pemulihan.
  4. Minyak dan Hormuz. Kabar pipa Saudi atau eskalasi baru bisa menjadi kejutan besar.
  5. Sinyal bank sentral global. BOJ menyatakan kenaikan lanjutan masih mungkin. Sebaliknya, ECB terdengar lebih optimistis.

Tiga Skenario untuk Emas

Pekan depan, emas berpeluang bergerak dalam tiga jalur.

  1. Pertama, dalam skenario bullish, data ekonomi AS yang terus melemah, harga minyak yang bertahan di bawah US$100, dan imbal hasil obligasi yang turun akan membuka ruang bagi emas untuk bertahan di atas US$4.380.
  2. Kedua, jika sinyal pasar bercampur dan dolar bergerak menyamping, emas kemungkinan berkonsolidasi di sekitar level yang sama.
  3. Ketiga, dalam skenario bearish, pejabat The Fed yang tetap tegas, imbal hasil yang menembus 5,04%, dan dolar yang kembali ke puncak tujuh pekan dapat menghapus seluruh kenaikan sepekan terakhir. Dengan demikian, arah emas bergantung pada seberapa kuat data ekonomi dan nada The Fed mengubah ekspektasi suku bunga.

Tinjauan Teknis XAUUSD

Emas (XAU/USD) memasuki pekan depan dengan nada pemulihan yang hati-hati. Harga saat ini di sekitar $4.378 setelah candle bullish menutup sesi Jumat, memantul dari dasar koreksi di area $4.235. Harga mencoba kembali ke atas zona konsolidasi di kisaran $4.350-$4.400. RSI naik ke 51 dan kembali menembus garis tengah 50 dari bawah, tanda momentum jual mulai mereda. Selama harga bertahan di atas $4.320/EMA200, peluang berlanjut menuju resistance $4.500 dan $4.600 tetap terbuka, dengan target lanjutan di Puncak Agustus $4.696 dan area supply $4.770.

Sebaliknya, penutupan harian di bawah $4.320 akan melemahkan pemulihan ini dan membuka jalan menuju support $4.235/4.200, lalu $4.100 dan $4.000. Di bawahnya, zona $3.943 menjadi benteng terakhir. Karena harga masih berada di area penuh persaingan antara pembeli dan penjual, konfirmasi lewat penutupan candle harian di atas $4.400 sebaiknya ditunggu sebelum menyimpulkan bahwa tren naik telah pulih.

Kesimpulan Strategis

Emas kini berdiri di persimpangan dua narasi. Jika data AS terus melemah dan minyak tetap tenang, pasar bisa menghitung ulang peluang kenaikan Oktober. Hal itu menguntungkan emas. Sebaliknya, jika The Fed dan imbal hasil terus menekan, kenaikan pekan lalu bisa menjadi pantulan sesaat.

Namun, satu hal cukup pasti. Pembelian PBOC dan arus dana ke ETF memberi emas fondasi yang lebih kuat daripada yang terlihat di harganya. Untuk analisis harian, ikuti terus halaman analisis HFM.

FAQ

Mengapa emas naik meski The Fed menaikkan suku bunga?
Sebab, harga minyak turun dan meredakan kekhawatiran inflasi. Selain itu, dolar melemah dari puncak tujuh pekan, dan aksi short covering serta arus ETF ikut membantu.

Apa yang paling memengaruhi harga emas pekan depan?
Nada pejabat The Fed, imbal hasil obligasi 10 tahun, gerak dolar, dan harga minyak menjadi faktor utama.

Apakah bank sentral masih membeli emas?
Ya. PBOC menambah cadangan emas selama 22 bulan berturut-turut. Kenaikan Agustus sebesar 650.000 ons adalah yang terbesar dalam tiga tahun.

Tags: dxy gold interest-rate yield
Berdagang Sekarang
Syarat dan Ketentuan Berlaku

Klik disini untuk mengakses Kalender Ekonomi

Disclaimer: Materi ini disediakan sebagai komunikasi marketing umum untuk tujuan informasi saja dan bukan merupakan penelitian investasi independen. Tidak ada satu pun dalam komunikasi ini yang berisi, atau harus dianggap berisi, saran investasi atau rekomendasi investasi atau permintaan untuk tujuan membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Semua informasi yang diberikan dikumpulkan dari sumber-sumber yang memiliki reputasi baik dan informasi apa pun yang mengandung indikasi kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan atau indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja di masa depan. Pengguna mengakui bahwa setiap investasi dalam Produk dengan Leverage memiliki tingkat ketidakpastian tertentu dan bahwa setiap investasi semacam ini melibatkan risiko tingkat tinggi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari investasi yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan dalam komunikasi ini. Komunikasi ini tidak boleh direproduksi atau didistribusikan lebih lanjut tanpa izin tertulis dari kami.

Article Author

Ady Phangestu

Penulis buku teknikal analisa valuta asing, praktisi dan pengajar valuta asing yang sudah mengadakan seminar diberbagai wilayah Indonesia bersama dengan hfmarkets. Berkiprah didunia transaksi selama 12 tahun. Saat ini masih aktif sebagai penulis dan memberikan pembelajaran forex dan pengenalan produk finansial. Pelatihan dasar-dasar valuta asing asing secara offline maupun online.

Acara Mendatang