USDCAD Menguat ke Level Tertinggi Sebulan usai The Fed Naikkan Suku Bunga, BoC Kian Waspada


Ady Phangestu
-
September 23, 2026
USDCAD Menguat ke Level Tertinggi Sebulan usai The Fed Naikkan Suku Bunga, BoC Kian Waspada

Dolar Kanada (loonie) melemah ke kisaran 1,408 per dolar AS pada pertengahan September, level terlemahnya dalam lebih dari sebulan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4%, sesuai ekspektasi pasar. Proyeksi terbaru The Fed bahkan mengindikasikan masih ada satu kali kenaikan lagi sebelum akhir 2026, sinyal yang langsung memperlebar selisih suku bunga antara AS dan Kanada, dan memberi keunggulan tambahan bagi dolar AS atas mata uang Kanada.

Pada perdagangan Rabu, pasangan USD/CAD masih menujukkan kenaikan menuju kisaran 1,4100.

The Fed Hawkish, Selisih Suku Bunga AS-Kanada Melebar

Sikap sejumlah pejabat The Fed turut memperkuat ekspektasi kebijakan yang lebih ketat. Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, menegaskan bahwa suku bunga kemungkinan masih perlu dinaikkan untuk meredam tekanan inflasi dari sisi permintaan maupun pasokan. Ia memperingatkan bahwa tanpa pengetatan tambahan, inflasi berisiko tetap berada signifikan di atas target 2% The Fed selama 18 bulan ke depan, dan menilai kenaikan suku bunga lebih dini serta bertahap lebih baik ketimbang menunda dan harus melakukan penyesuaian besar di kemudian hari.

Presiden The Fed Boston, Susan Collins, juga menyoroti eskalasi ketegangan di Timur Tengah sebagai salah satu alasan utama dukungannya terhadap kenaikan suku bunga pekan lalu, mengingat potensi tekanan inflasi dari kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok.

Di sisi lain, Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan tetap yakin inflasi bisa kembali ke target 2% selama tidak ada bukti permintaan berlebih di perekonomian, dan membuka peluang penurunan suku bunga jika data inflasi menunjukkan tren penurunan yang meyakinkan. Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin, menambahkan bahwa tekanan inflasi mungkin butuh waktu lebih lama untuk mereda, sehingga kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin diperlukan.

Bank of Canada Tahan Suku Bunga, tapi Nada Semakin Hawkish

Bank of Canada (BoC) mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25% pada pertemuan kebijakan September, sesuai konsensus pasar. Namun, bank sentral tersebut mencatat bahwa risiko inflasi meningkat, sementara tarif-tarif baru membuat prospek pertumbuhan ekonomi semakin tidak pasti. BoC memilih membuka opsi kebijakan ke depan tanpa memberi kepastian arah, menyatakan akan menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan.

Gubernur BoC, Tiff Macklem, bahkan mengambil nada lebih hawkish dengan memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga secara beruntun bisa saja diperlukan apabila harga energi yang tinggi dan ketidakpastian perdagangan mulai merembet ke tekanan inflasi yang lebih luas. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan probabilitas hampir 60% bahwa BoC akan menaikkan suku bunga pada pengumuman kebijakan berikutnya, 28 Oktober mendatang.

Harga Minyak yang Melemah Turut Membebani Loonie

Sebagai mata uang komoditas, pergerakan CAD sangat terkait dengan harga minyak mentah dan tekanan di pasar energi belakangan ini turut menjadi faktor pemberat bagi loonie. Sebagaimana diulas dalam analisis Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah 3 Pekan, Diplomasi AS-Iran dan Pemulihan Pipa Saudi Redam Premi Risiko, harga minyak tergelincir ke level terendah dalam tiga pekan seiring meredanya premi risiko geopolitik di Timur Tengah dan progres pemulihan jalur pipa Arab Saudi. Penurunan harga minyak ini secara langsung mengurangi dukungan fundamental bagi CAD, sehingga membatasi ruang penguatannya meski sentimen risiko global membaik.

Diplomasi AS-Iran Redam Ketegangan, tapi Dampaknya Bercabang bagi CAD

Pasar juga merespons sinyal positif terkait potensi mereda­nya ketegangan di Selat Hormuz. Iran dilaporkan mengusulkan pembukaan kembali jalur pelayaran vital tersebut dalam tujuh hari setelah AS mencabut blokade pelabuhan Iran, jalur yang sebelum konflik menampung sekitar 20% pasokan minyak global. Presiden AS Donald Trump bahkan mengindikasikan kesediaannya bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, dan belakangan menyebut pertemuan delegasi AS-Iran berjalan sangat produktif.

Bagi CAD, perkembangan ini menghasilkan efek yang saling berlawanan: di satu sisi, mereda­nya kekhawatiran pasokan Timur Tengah menekan harga minyak dan mengurangi dukungan bagi loonie; di sisi lain, membaiknya harapan diplomasi turut mendorong minat risiko global, yang menahan pelemahan CAD agar tidak lebih dalam.

Selain isu Timur Tengah, arah pasar dalam beberapa hari ke depan juga akan sangat dipengaruhi oleh agenda global lain, termasuk sinyal suku bunga The Fed, rilis data PMI global, hingga rencana pertemuan tingkat tinggi Trump–Xi, sebagaimana dibahas lebih lengkap dalam Fokus Pasar Pekan Ini: Sinyal Suku Bunga The Fed, Rilis PMI Global, dan KTT Trump–Xi.

Analisis Teknikal: Outlook USDCAD

Secara teknikal pada timeframe D1, USDCAD saat ini diperdagangkan di kisaran 1,4080 setelah rebound dari area support penting di 1,3731, membentuk pola double bottom dengan neckline di level 1,3938 yang telah berhasil ditembus, mengindikasikan potensi kelanjutan penguatan menuju resistance Fibonacci retracement 50% di 1,4127/36, dengan target lebih jauh di level 61,8% pada 1,4292; struktur harga juga masih tertahan oleh garis tren naik (ascending trendline), sementara indikator RSI berada di level 68 yang mendekati area overbought namun belum menunjukkan sinyal divergensi bearish, sehingga bias jangka pendek USDCAD masih cenderung bullish selama harga bertahan di atas support 1,3938, dengan potensi pembalikan turun baru akan terkonfirmasi apabila harga gagal menembus 1,4292 dan kembali jatuh di bawah 1,3738.

Kesimpulan

USDCAD saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan bias masih condong menguat, didukung oleh sikap hawkish The Fed dan selisih suku bunga yang melebar terhadap Kanada. Namun, arah BoC yang mulai lebih waspada terhadap inflasi, ditambah dinamika harga minyak dan perkembangan diplomasi AS-Iran, membuat pergerakan pasangan mata uang ini tetap rentan terhadap volatilitas dalam waktu dekat.

Tags: boc geopolitcs us-canada the-fed
Berdagang Sekarang
Syarat dan Ketentuan Berlaku

Klik disini untuk mengakses Kalender Ekonomi

Disclaimer: Materi ini disediakan sebagai komunikasi marketing umum untuk tujuan informasi saja dan bukan merupakan penelitian investasi independen. Tidak ada satu pun dalam komunikasi ini yang berisi, atau harus dianggap berisi, saran investasi atau rekomendasi investasi atau permintaan untuk tujuan membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Semua informasi yang diberikan dikumpulkan dari sumber-sumber yang memiliki reputasi baik dan informasi apa pun yang mengandung indikasi kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan atau indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja di masa depan. Pengguna mengakui bahwa setiap investasi dalam Produk dengan Leverage memiliki tingkat ketidakpastian tertentu dan bahwa setiap investasi semacam ini melibatkan risiko tingkat tinggi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari investasi yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan dalam komunikasi ini. Komunikasi ini tidak boleh direproduksi atau didistribusikan lebih lanjut tanpa izin tertulis dari kami.

Article Author

Ady Phangestu

Penulis buku teknikal analisa valuta asing, praktisi dan pengajar valuta asing yang sudah mengadakan seminar diberbagai wilayah Indonesia bersama dengan hfmarkets. Berkiprah didunia transaksi selama 12 tahun. Saat ini masih aktif sebagai penulis dan memberikan pembelajaran forex dan pengenalan produk finansial. Pelatihan dasar-dasar valuta asing asing secara offline maupun online.

Acara Mendatang