EUR/GBP Tertahan: Lagarde Rem ECB, Pound Terbebani Gilt
Pasangan mata uang EUR/GBP kembali menarik perhatian pelaku pasar. Pada Rabu, 30 September 2026, kurs ini diperdagangkan di 0,8560. Angka itu turun 0,08 persen, dari sesi sebelumnya. Dalam empat minggu terakhir EUR/GBP melemah 0,12 persen. Dalam 12 bulan, penurunannya mencapai 1,61 persen.
Sekilas, pergerakan ini tampak sempit dan membosankan. Namun di balik kisaran tipis itu ada tarik-menarik antara dua bank sentral dan satu masalah fiskal besar. Karena itu, angka harian saja tidak cukup untuk membaca arahnya.
Lagarde Menurunkan Suhu Kenaikan Suku Bunga
Faktor pertama datang dari Frankfurt. Presiden ECB Christine Lagarde berbicara di hadapan komite ekonomi Parlemen Eropa pada Senin. Ia menegaskan bahwa lonjakan energi belum merembet ke upah. Ia juga menyebut respons yang terukur sebagai langkah yang tepat.
Pesan itu cukup jelas. Selain itu, Lagarde menyoroti kenaikan biaya pinjaman jangka panjang sejak pertemuan September. Pasar menafsirkannya sebagai pasar obligasi yang ikut mengetatkan kondisi keuangan, sehingga ECB tidak perlu bertindak sendirian.
Menurut Francesco Pesole dari ING, euro bertahan relatif baik meski komentar tadi bernada dovish. Ia menilai peluang kenaikan bunga Oktober lebih besar di tangan The Fed daripada ECB. Data ING mendukung pandangan itu. Pasar memperkirakan pengetatan The Fed 17 basis poin pada Oktober, sedangkan ECB hanya 9 basis poin.
Nada ECB yang sabar bukan hal baru. Bagi pembaca yang ingin menelusuri konteksnya, analisis HFM tentang euro yang tertekan oleh sikap hawkish Lagarde menunjukkan bahwa bank sentral ini telah lama menjaga keseimbangan yang sulit antara inflasi dan pertumbuhan.
Bank of England Berada di Kutub Berlawanan
Di sisi lain Selat Inggris, cerita justru terbalik. Menurut KBC, pasar uang Inggris memberi peluang 90 persen bagi kenaikan suku bunga Bank of England pada 5 November. Wakil Gubernur Dave Ramsden menambah tekanan itu. Ia berpendapat bahwa dasar untuk suku bunga lebih tinggi menguat jika tekanan inflasi terus berlanjut. Gubernur Andrew Bailey juga telah memperingatkan bahwa menahan suku bunga akan semakin sulit.
Hasilnya adalah jurang kebijakan. Inggris hampir pasti mengetatkan, sementara ECB memilih menunggu. Karena itu, kurs pound terhadap euro bergerak di sekitar 1,16 dan sempat menyentuh 1,1667. Kenaikan itu mencerminkan turunnya EUR/GBP.
Pound Menang di Suku Bunga, Kalah di Fiskal
Namun, keunggulan suku bunga tidak otomatis membuat pound perkasa. Justru di sinilah ceritanya menjadi kritis. Fundamental domestik Inggris memberi dukungan yang sangat tipis.
Pertama, posisi spekulan bergerak melawan sterling. Net short GBP kini menjadi yang terbesar dalam hampir tiga bulan. Kedua, imbal hasil gilt tenor 10 tahun menyentuh 5,42 persen pada Senin. Angka itu tertinggi sejak 2007. Level tersebut menegaskan sempitnya ruang fiskal bagi Kanselir menjelang anggaran 28 Oktober.
Kemudian, panggung politik menambah beban. Dalam pidato konferensi pertamanya, Perdana Menteri Andy Burnham menjanjikan Layanan Perawatan Nasional yang gratis saat digunakan. Ia juga berjanji membangun rumah dewan dalam skala besar dan membuka jalan bagi kepemilikan publik atas perusahaan air. Untuk membiayainya, ia mengakhiri triple lock pensi negara mulai 2030-31.
Reaksi pasar bercampur. Yield gilt 10 tahun sempat turun ke 5,35 persen sebelum pidato, lalu naik ke 5,43 persen. Pound pun melepas kenaikan paginya dan kembali ke 1,1649 terhadap euro serta 1,3212 terhadap dolar AS.
Pola ini patut dicermati. Biasanya, imbal hasil yang naik menopang mata uang. Akan tetapi, ketika kekhawatiran fiskal mendominasi, yield naik dan mata uang justru melemah. Di sisi lain, sinyal itu bukan hal yang unik bagi Inggris. Analisis HFM tentang bagaimana imbal hasil menekan aset berisiko seperti Bitcoin menunjukkan logika serupa, yaitu biaya pinjaman tinggi menahan selera risiko di berbagai kelas aset.
Berani atau Berisiko?
Para analis terbelah, sebagian mengakui bahwa arah pengurangan belanja jangka panjang disukai investor obligasi. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa penghematan datang perlahan selama puluhan tahun, sementara biaya perawatan muncul sejak hari layanan dibuka. Selisih itu harus ditutup dengan utang.
Sebaliknya, pada sisi positif, tidak ada subsidi atau pemotongan pajak baru, yang menandakan disiplin anggaran. Meski demikian, apakah perubahan triple lock cukup untuk mendanai layanan perawatan universal? Lembaga IFS pun menyebut perubahan itu membaik tetapi belum memadai.
Hal ini membuat Bank of England memiliki kemungkinan hanya menaikkan bunga sekali pada November, jauh di bawah empat kali kenaikan yang dihargai pasar. Jika skenario itu terjadi, dukungan yield bagi pound akan menyusut.

Tinjauan Teknis
Secara teknikal, EURGBP pada grafik harian masih berada dalam tekanan turun jangka menengah. Harga kini di sekitar 0,8560 setelah gagal menembus area resisten 0,8611, yang bertepatan dengan EMA 200 dan bekas support kuat yang kini berbalik menjadi hambatan. Penolakan di zona itu memperkuat bias bearish, sementara RSI di 44,00 turun dari area 60 dan menunjukkan momentum bullish yang memudar tanpa masuk wilayah jenuh jual.
Support terdekat ada di 0,8546 selanjutnya 0,8529, yakni dasar konsolidasi Agustus-September. Jika level itu jebol, target berikutnya adalah 0,8453, sebagai support penting. Sebaliknya, hanya penutupan harian yang solid di atas 0,8611 yang akan meredam tekanan jual dan membuka ruang koreksi naik yang lebih luas. Selama harga bertahan di bawah EMA 200 dan resisten tersebut, skenario yang lebih masuk akal tetap sell on rally.
Apa yang Perlu Dipantau Selanjutnya
Ada tiga hal yang layak dipantau. Pertama, sinyal lanjutan dari ECB soal Oktober. Kedua, kepastian Bank of England pada 5 November. Ketiga, dan paling menentukan, anggaran Kanselir John Healey pada 28 Oktober.
Dengan kata lain, EUR/GBP kini bergantung pada dua hal. Pound perlu bukti bahwa Inggris mampu membiayai janjinya secara kredibel. Euro, sementara itu, cukup menunggu ECB tetap sabar. Selama anggaran belum menjawab pertanyaan ruang fiskal, reli pound kemungkinan tetap mudah bertemu aksi jual.
Syarat dan Ketentuan Berlaku
Klik disini untuk mengakses Kalender Ekonomi
Disclaimer: Materi ini disediakan sebagai komunikasi marketing umum untuk tujuan informasi saja dan bukan merupakan penelitian investasi independen. Tidak ada satu pun dalam komunikasi ini yang berisi, atau harus dianggap berisi, saran investasi atau rekomendasi investasi atau permintaan untuk tujuan membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Semua informasi yang diberikan dikumpulkan dari sumber-sumber yang memiliki reputasi baik dan informasi apa pun yang mengandung indikasi kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan atau indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja di masa depan. Pengguna mengakui bahwa setiap investasi dalam Produk dengan Leverage memiliki tingkat ketidakpastian tertentu dan bahwa setiap investasi semacam ini melibatkan risiko tingkat tinggi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari investasi yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan dalam komunikasi ini. Komunikasi ini tidak boleh direproduksi atau didistribusikan lebih lanjut tanpa izin tertulis dari kami.