Euro Melemah; Lagarde Beri Sinyal Hawkish ECB
Euro melemah ke kisaran $1,135 pada Senin (28/9/2026). Level ini menjadi yang terendah sejak 26 Juni. Dolar AS menguat, sementara investor mencermati pernyataan terbaru Presiden ECB Christine Lagarde. Lalu, apa artinya bagi arah kebijakan moneter Eropa?
Pesan Utama Lagarde: Guncangan Energi Terlalu Besar untuk Diabaikan
Menurut pidato Lagarde di situs resmi ECB, prospek inflasi 2027 dan 2028 kini lebih tinggi daripada perkiraan beberapa bulan lalu. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga energi.
Namun, Lagarde menyebut belum ada bukti bahwa biaya energi mendorong kenaikan upah. Ia juga menegaskan bahwa guncangan ini terlalu besar untuk diabaikan. Meski begitu, respons kebijakan yang terukur masih dianggap tepat.
Pesan ini terdengar seimbang, tetapi sesungguhnya bernada waspada. ECB tidak menutup pintu kenaikan bunga. Di sisi lain, bank sentral juga enggan terlihat panik.
Pasar Bertaruh Lebih Agresif daripada ECB
Pasar uang memperkirakan kenaikan suku bunga ECB sekitar 100 basis poin hingga akhir 2027. Angka ini jauh melampaui proyeksi kami, yakni satu kenaikan terakhir sebesar 25 bps. Kenaikan itu akan membawa suku bunga deposito ke level terminal 2,75%.
Selisih tersebut layak dikritisi. Jika pasar terlalu agresif, euro berisiko terkoreksi ketika ECB ternyata lebih sabar. Sebaliknya, jika data inflasi mengejutkan ke atas, pasar justru bisa benar.
Dolar Diuntungkan Tiga Faktor Sekaligus
Sementara itu, indeks dolar (DXY) menguat karena tiga hal:
- imbal hasil obligasi AS yang terus naik;
- sikap hawkish The Fed yang mendukung suku bunga tinggi lebih lama;
- permintaan aset aman akibat kebuntuan negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kebuntuan di Hormuz juga mendorong harga minyak naik. Akibatnya, euro terjepit dua kali. Euro kalah dari dolar, sementara ekonomi kawasan yang bergantung pada impor energi menanggung biaya yang lebih mahal. Tekanan serupa terlihat pada mata uang komoditas. Simak juga analisis USD/CAD yang naik akibat Fed, minyak, dan tarif serta pelemahan AUD jelang keputusan RBA.
Data Inflasi Zona Euro: Ujian Efek Putaran Kedua
Investor kini menunggu rilis inflasi zona euro. inflasi headline diperkirakan naik dari 3,2% menjadi 3,6% (yoy) pada September. Inflasi inti diperkirakan naik dari 2,4% menjadi 2,5%.
Data inflasi jasa menjadi sorotan utama. Pada bulan lalu, inflasi jasa melambat ke 3,0%. Oleh karena itu, laporan berikutnya akan menguji apakah biaya energi mulai memicu efek putaran kedua. Harga bahan bakar di SPBU, termasuk pajak, kini melampaui puncaknya pada 2022. Dengan demikian, tekanan inflasi berpotensi bertahan.
Ekonomi Masih Tangguh, Kenaikan Bunga Tetap Terbuka
Di sisi lain, PMI September menunjukkan aktivitas ekonomi masih tahan banting. Data tersebut mendukung pertumbuhan sekitar 0,4% pada kuartal III, dan sebagian momentumnya kemungkinan berlanjut ke kuartal IV.
Inflasi yang lebih kuat dan pertumbuhan yang stabil menjaga peluang satu kenaikan lagi. Namun, arah kebijakan tetap bergantung pada data, terutama jika inflasi inti melonjak lebih tinggi dari perkiraan.

Tinjauan Teknis
Secara teknikal, EUR/USD pada grafik harian berada dalam tekanan turun yang jelas. Setelah gagal menembus zona resistance 1,1653 pada awal September, harga berbalik tajam dan kini bertengger di sekitar 1,1369, hanya sedikit di atas support kunci 1,1323 yang sebelumnya menahan penurunan pada akhir Juni.
Struktur tren melemah karena EMA 20 dan 50 menembus ke bawah dan mengarah turun, sementara harga jauh berada di bawah EMA 200. RSI di level 27 berada di zona jenuh jual, sehingga rebound teknikal jangka pendek menuju area 1,1453-1,1497 terbuka lebar, terutama jika support 1,1323 kembali bertahan.
Namun, penutupan harian di bawah 1,1323 akan mengonfirmasi pelemahan lanjutan dan membuka jalan menuju support besar berikutnya di 1,1066. Sebaliknya, pemulihan bullish baru terkonfirmasi jika harga mampu kembali di atas EMA 20 dan menembus 1,1648.
Kesimpulan Strategis
Pertama, pantau angka inflasi jasa dan inflasi inti, karena keduanya menentukan ada atau tidaknya efek putaran kedua. Kedua, ikuti perkembangan Selat Hormuz, sebab harga minyak memengaruhi inflasi dan sentimen dolar sekaligus. Ketiga, waspadai selisih antara ekspektasi pasar (100 bps) dan proyeksi kami (25 bps). Selisih itu bisa memicu volatilitas EUR/USD dalam beberapa pekan ke depan.
Syarat dan Ketentuan Berlaku
Klik disini untuk mengakses Kalender Ekonomi
Disclaimer: Materi ini disediakan sebagai komunikasi marketing umum untuk tujuan informasi saja dan bukan merupakan penelitian investasi independen. Tidak ada satu pun dalam komunikasi ini yang berisi, atau harus dianggap berisi, saran investasi atau rekomendasi investasi atau permintaan untuk tujuan membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Semua informasi yang diberikan dikumpulkan dari sumber-sumber yang memiliki reputasi baik dan informasi apa pun yang mengandung indikasi kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan atau indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja di masa depan. Pengguna mengakui bahwa setiap investasi dalam Produk dengan Leverage memiliki tingkat ketidakpastian tertentu dan bahwa setiap investasi semacam ini melibatkan risiko tingkat tinggi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari investasi yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan dalam komunikasi ini. Komunikasi ini tidak boleh direproduksi atau didistribusikan lebih lanjut tanpa izin tertulis dari kami.