Harga Emas Rebound Sementara? Data dan Imbal Hasil AS yang Lebih Lemah Memberikan Dukungan


Michalis Efthymiou
-
September 30, 2026
Harga Emas Rebound Sementara? Data dan Imbal Hasil AS yang Lebih Lemah Memberikan Dukungan

Harga emas akhirnya bangkit pada Selasa lalu. Tren bearish sempat berhenti sejenak, dan para investor mulai memborong di harga rendah. Meski begitu, emas masih turun 12,50% dalam lima minggu terakhir. Dari puncaknya di 2026, harganya bahkan sudah merosot lebih dari 25%.

Pada Rabu, harga emas kembali diperdagangkan lebih tinggi. Lalu, apakah ini awal pemulihan yang sesungguhnya? Simak ulasannya berikut ini.

Mengapa Harga Emas Sempat Anjlok Tajam?

Tekanan terbesar terjadi pada Senin. Emas merosot lebih dari 4% dan tidak sempat rebound di keempat sesi perdagangan. Akibatnya, harga jatuh ke level terendah dalam tujuh minggu dan mendekati angka psikologis $4.000.

Karena itu, rebound 24 jam terakhir perlu dilihat dengan hati-hati. Harga memang sering memantul setelah penurunan tajam. Namun, pantulan tersebut belum tentu menandai perubahan tren.

HFM - Gold 1-Hour Chart
HFM - Gold 1-Hour Chart

Apa yang Mendorong Rebound Harga Emas?

Dalam 24 jam terakhir, emas naik mendekati 1,90%. Kenaikan ini cukup moderat. Jika dibandingkan dengan penurunan sebelumnya, pemulihannya masih tergolong lemah. Ada tiga faktor utama di baliknya.

1. Data Lowongan Kerja JOLTS Melemah

Laporan JOLTS menunjukkan lowongan kerja di AS turun menjadi sekitar 7,08 juta pada Agustus 2026. Sebelumnya, angkanya sekitar 7,3 juta pada Juli. Artinya, permintaan tenaga kerja mulai melemah.

Di sisi lain, perekrutan masih stabil, tingkat pengunduran diri rendah, dan PHK relatif sedikit. Jadi, para pemberi kerja tampaknya lebih berhati-hati menambah karyawan, bukan melakukan PHK massal.

2. Inflasi Global Lebih Rendah dari Perkiraan

Inflasi di sejumlah negara juga meleset dari ekspektasi. Australia, salah satu titik panas inflasi dunia, mencatat angka yang gagal mencapai ekspektasi di level 4,1%. Kondisi serupa terlihat di Inggris dan Jepang. Dengan demikian, emas tampak sedikit lebih menarik bagi investor.

3. Harga Minyak dan Imbal Hasil Obligasi Turun

Harga minyak turun tiga hari berturut-turut dan menjauh dari level USD 100 per barel. Saat ini, minyak mentah diperdagangkan 14% di bawah level tertingginya baru-baru ini.

Selain itu, imbal hasil US Treasury 10-tahun turun 33 basis poin ke 5,23% pada Rabu. Meski begitu, level ini masih dekat dengan yang tertinggi sejak 2007. Imbal hasil 30-tahun sempat naik hingga 5,62%, level yang terakhir terlihat pada 2002. Karena itu, imbal hasil yang tinggi tetap menjadi faktor negatif bagi emas.

Ingin memahami hubungan ini lebih dalam? Baca ulasan kami tentang paradoks emas: ketika kenaikan harga tertahan suku bunga dan imbal hasil obligasi.

Data Ekonomi yang Akan Menentukan Arah Emas

Rebound ini belum sepenuhnya menghapus sinyal bearish. Oleh karena itu, trader perlu mencermati tiga rilis data berikut dalam beberapa hari ke depan:

  • Indeks Harga PCE Inti
  • Produk Domestik Bruto (PDB) Final AS
  • Data Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat

Indeks Harga PCE Inti

Pasar memperkirakan PCE Inti naik 0,3%, sehingga angka tahunannya tetap di 3,3%. Jika hasilnya lebih tinggi dari 0,3%, kenaikan suku bunga pada Oktober hampir pasti terjadi. Namun, kenaikan 0,4% belum pernah terlihat lagi sejak Februari. Sebaliknya, jika hasilnya lebih rendah dari perkiraan, emas berpotensi mendapat momentum bullish.

Non-Farm Payrolls (NFP)

Pola yang sama berlaku untuk NFP. Angka yang lebih lemah dapat menopang emas. Sebaliknya, angka yang lebih kuat kemungkinan membuat tren bearish berlanjut.

Probabilitas Kenaikan Suku Bunga

Saat ini, probabilitas kenaikan suku bunga pada 28 Oktober berada di 45%. Sehari sebelumnya, angkanya 71%. Penurunan ini dipicu oleh data JOLTS yang lebih lemah. Meski demikian, satu rilis data saja belum cukup. Agar emas terus naik, data NFP dan PCE perlu meleset dari ekspektasi pasar.

Untuk melihat bagaimana kebijakan bank sentral memengaruhi mata uang, baca juga analisis EUR/GBP, Lagarde, ECB, poundsterling, dan Gilt.

HFM - Gold 15-Minute Chart
HFM - Gold 15-Minute Chart

Analisis Teknikal XAUUSD: Level Kunci yang Perlu Dipantau

Pada timeframe kecil, emas bergerak netral di antara $4.166,85 dan $4.187,60. Pada timeframe 15 menit, indikasi bullish masih terlihat. Sebaliknya, timeframe 30 menit dan yang lebih besar tetap bearish.

Skenario bullish: Jika harga menembus batas atas rentang, target potensialnya adalah $4.213,60 (moving average 100-bar) dan $4.279,18 (harga pembukaan Senin). Untuk memvalidasi skenario ini, trader ingin melihat data ekonomi AS yang lebih lemah dan kenaikan pada logam lainnya.

Skenario bearish: Jika harga menembus ke bawah, tekanan jual akan meningkat. Data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan akan memperkuat skenario ini. Targetnya berada di $4.111,50 dan $4.019,00.

Selain emas, aset lain juga sensitif terhadap imbal hasil. Lihat bagaimana Bitcoin bertahan saat imbal hasil menekan, dengan dukungan ETF.

Kesimpulan: Poin-Poin Kunci

  • Pemulihan terbatas: Emas rebound, tetapi tren besarnya tetap bearish setelah turun tajam selama lima minggu.
  • Faktor pendukung: Data JOLTS yang lemah, minyak yang turun, dan imbal hasil Treasury yang melandai menopang harga.
  • Pemicu berikutnya: PCE Inti, PDB AS, dan NFP akan menggerakkan emas serta memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed.
  • Sinyal teknikal campuran: Momentum jangka pendek bullish, tetapi timeframe besar masih menyimpan risiko penurunan.
Tags: gold us us-bonds
Berdagang Sekarang
Syarat dan Ketentuan Berlaku

Klik disini untuk mengakses Kalender Ekonomi

Disclaimer: Materi ini disediakan sebagai komunikasi marketing umum untuk tujuan informasi saja dan bukan merupakan penelitian investasi independen. Tidak ada satu pun dalam komunikasi ini yang berisi, atau harus dianggap berisi, saran investasi atau rekomendasi investasi atau permintaan untuk tujuan membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Semua informasi yang diberikan dikumpulkan dari sumber-sumber yang memiliki reputasi baik dan informasi apa pun yang mengandung indikasi kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan atau indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja di masa depan. Pengguna mengakui bahwa setiap investasi dalam Produk dengan Leverage memiliki tingkat ketidakpastian tertentu dan bahwa setiap investasi semacam ini melibatkan risiko tingkat tinggi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari investasi yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan dalam komunikasi ini. Komunikasi ini tidak boleh direproduksi atau didistribusikan lebih lanjut tanpa izin tertulis dari kami.

Article Author

Michalis Efthymiou

Michalis Efthymiou memiliki pengalaman luas di sektor keuangan di seluruh Inggris dan Eropa. Setelah menghabiskan 5 tahun di London sebagai penasihat keuangan dan penjamin emisi, Michalis kemudian beralih ke bidang analisis pasar.

Selain itu, ia telah menyelenggarakan sesi pelatihan dan seminar di lebih dari tujuh negara di seluruh dunia, dan kini fokus memberikan panduan kepada para investor agar dapat beroperasi di pasar dengan penuh percaya diri.

Metode pengajarannya didasarkan pada analisis teknikal, analisis fundamental, dan analisis aliran pesanan (order flow), serta cara memandang pasar dari sudut pandang institusional.

Acara Mendatang