EURJPY: Minyak Mahal, BoJ Ragu, dan ECB Menunggu


Ady Phangestu
-
October 05, 2026
EURJPY: Minyak Mahal, BoJ Ragu, dan ECB Menunggu

Pasar valuta asing sedang menguji kesabaran para pedagang. Pada Jumat, 2 Oktober, EURJPY ditutup di 177,60. Angka itu turun 0,06 persen, dari sesi sebelumnya. Dalam empat pekan, pasangan ini kehilangan 1,92 persen. Namun dalam 12 bulan, harganya masih naik 2,62 persen.

Di balik angka-angka itu, ada dua bank sentral yang tampak bimbang. Selain itu, harga minyak menekan keduanya sekaligus.

BoJ: Dijaga Pemerintah, Ditahan Bank Sentral

Yen tertekan oleh penguatan dolar AS. Pejabat Jepang dan AS berupaya membela mata uang itu. Akan tetapi, Bank of Japan (BoJ) justru melemahkan upaya bersama tersebut. Bank sentral belum berkomitmen mempercepat pengetatan. Sebagian anggota dewan bahkan meragukan kekuatan ekonomi Jepang. Mereka juga mempertanyakan apakah inflasi dasar sudah stabil di 2 persen.

Data terbaru memberi sinyal campuran. Di satu sisi, CPI Tokyo September naik 2,7 persen secara tahunan, di atas perkiraan 2,5 persen. CPI inti tanpa pangan segar dan energi melonjak 3,0 persen. Di sisi lain, tingkat pengangguran Agustus naik ke 2,5 persen. Karena itu, pasar hanya memberi peluang 14 persen untuk kenaikan 25 bps pada 30 Oktober.

Pekan depan, data upah Agustus (Rabu) dan belanja rumah tangga (Jumat) akan menjadi ujian. Jika hasilnya mengecewakan, dolar bisa kembali ke atas 159 yen. Sementara itu, Atsushi Mimura menyebut pesan Tokyo dan Washington soal pelemahan yen sudah "sangat jelas". Ucapan itu memicu spekulasi intervensi bersama.

ECB: Hawkish di Retorika, Hati-hati di Aksi

Di Eropa, tekanan inflasi lebih nyata. CPI zona euro September naik 3,8 persen, tercepat dalam tiga tahun. Inflasi inti bertahan di 2,5 persen sesuai perkiraan. Meski begitu, peluang kenaikan suku bunga pada 29 Oktober hanya sekitar 14 persen. Dengan demikian, ECB tampaknya bisa menunggu hingga Desember.

Risalah rapat September, yang terbit Kamis, akan menunjukkan seberapa besar minat dewan untuk kenaikan beruntun. Euro memang bisa terbantu oleh kejutan hawkish. Namun, kenaikannya kemungkinan terbatas. Pasalnya, stagflasi, risiko fiskal Prancis, dan dolar yang kuat membebani euro. Utang Prancis diproyeksikan menembus 120 persen PDB tahun depan.

Minyak: Faktor yang Menyatukan Dua Mata Uang

Energi adalah benang merahnya. G7 sepakat melepas 100 juta barel cadangan darurat melalui International Energy Agency (IEA) selama empat bulan. Meskipun demikian, langkah ini hanya peredam sementara. Brent tetap bertahan di kisaran $102.

Jepang mengimpor lebih dari 90 persen energinya. Oleh sebab itu, minyak murah menguntungkan yen. Hal serupa berlaku bagi euro, karena Eropa juga bergantung pada energi impor. Sebaliknya, minyak yang bertahan tinggi menjaga inflasi tetap panas. Akibatnya, European Central Bank dan Bank of Japan sulit menentukan langkah.

Tinjauan Teknis EURJPY

EURJPY kini berada di titik yang menentukan. Dari puncak 187,94 yang tercipta sekitar April 2026, harga terus melemah dan kini bertengger di 177,60. Struktur teknisnya jelas memburuk. Pada grafik harian, harga sudah jatuh di bawah EMA jangka pendek, sementara EMA 200 yang selama ini menjadi pegangan tren naik ikut ditembus pada awal Agustus. Kini EMA 20 mulai berbalik menukik di bawah EMA 50, sebuah sinyal bahwa momentum bearish sedang mengambil alih.

Retracement Fibonacci dari rentang 154 hingga 187 memperkuat gambaran itu: area 0,236 di kisaran 180 gagal bertahan sebagai support dan berubah menjadi resistance. Setiap pantulan, seperti yang terlihat pada September, selalu tertahan di bawah EMA 20 dan dijual kembali. Target terdekat ada di 175,27 Fib 0,382 serta area gap bullish Oktober 2025. Zona ini adalah pertahanan terakhir sebelum koreksi bisa melebar. Jika ditembus, jalan terbuka menuju 0,5 Fib di sekitar 171,36 dan support psikologis 170,00.

RSI di 31,33 memang mendekati area jenuh jual, tetapi pembeli sebaiknya tidak terlalu cepat berharap. Dalam tren turun yang kuat, RSI bisa bertahan lama di bawah 40 tanpa menghasilkan pantulan berarti, apalagi serangkaian divergensi bearish sepanjang 2026 sudah memperingatkan bahwa tenaga kenaikan mulai habis.

Dengan kata lain, bias tetap sell on rally selama harga bertahan di bawah 180,00 dan hanya penutupan harian di atas 182,00 yang akan membatalkan skenario ini. Sebaliknya, pantulan dari 175,27 yang disertai candle reversal bisa memberi peluang rebound jangka pendek, namun itu baru sebatas koreksi teknis, bukan pembalikan tren.

Apa yang Perlu Dicermati

Pertama, data upah dan belanja rumah tangga Jepang. Kedua, risalah ECB. Ketiga, arah Brent di sekitar $100. Pada akhirnya, EURJPY akan bergerak mengikuti siapa yang lebih dulu menyerah pada inflasi.

Untuk konteks lebih luas, baca analisis harga emas dan dukungan bank sentral. Anda juga bisa membaca mengapa dolar AS tetap kuat meski data tenaga kerja lemah.

Tags: boj crude-oil ecb eu-jp
Berdagang Sekarang
Syarat dan Ketentuan Berlaku

Klik disini untuk mengakses Kalender Ekonomi

Disclaimer: Materi ini disediakan sebagai komunikasi marketing umum untuk tujuan informasi saja dan bukan merupakan penelitian investasi independen. Tidak ada satu pun dalam komunikasi ini yang berisi, atau harus dianggap berisi, saran investasi atau rekomendasi investasi atau permintaan untuk tujuan membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Semua informasi yang diberikan dikumpulkan dari sumber-sumber yang memiliki reputasi baik dan informasi apa pun yang mengandung indikasi kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan atau indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja di masa depan. Pengguna mengakui bahwa setiap investasi dalam Produk dengan Leverage memiliki tingkat ketidakpastian tertentu dan bahwa setiap investasi semacam ini melibatkan risiko tingkat tinggi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari investasi yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan dalam komunikasi ini. Komunikasi ini tidak boleh direproduksi atau didistribusikan lebih lanjut tanpa izin tertulis dari kami.

Article Author

Ady Phangestu

Penulis buku teknikal analisa valuta asing, praktisi dan pengajar valuta asing yang sudah mengadakan seminar diberbagai wilayah Indonesia bersama dengan hfmarkets. Berkiprah didunia transaksi selama 12 tahun. Saat ini masih aktif sebagai penulis dan memberikan pembelajaran forex dan pengenalan produk finansial. Pelatihan dasar-dasar valuta asing asing secara offline maupun online.

Acara Mendatang