Harga Emas Pekan Depan: Yield Menekan, Bank Sentral Menopang


Ady Phangestu
-
October 04, 2026
Harga Emas Pekan Depan: Yield Menekan, Bank Sentral Menopang

Emas (XAUUSD) memasuki pekan baru dengan sinyal yang bertentangan. Data tenaga kerja AS yang lemah seharusnya menjadi katalis bullish. Namun logam mulia justru melepas kenaikan awalnya pada Jumat. Penyebabnya jelas: imbal hasil obligasi dan sikap hawkish The Fed masih lebih kuat daripada data yang buruk.

Berikut lima faktor yang akan menentukan arah emas pekan depan.

1. Yield Treasury: Penekan Utama

Yield obligasi AS tenor 10 tahun naik kembali ke 5,28% pada Jumat. Sebelumnya yield sempat turun hingga 8 bps. Pekan ini yield juga sempat melampaui 5,34%, level tertinggi sejak 2002.

Selain itu, investor mengkhawatirkan prospek fiskal dan utang AS. Sebagian anggota Partai Republik bahkan mempertimbangkan kenaikan cepat plafon utang sebelum masa jabatan Kongres berakhir. Risiko gagal bayar memang baru diperkirakan meningkat pada paruh kedua 2027. Meski begitu, pasar sudah mulai menghitungnya.

Bagi emas, yield tinggi berarti biaya peluang yang besar. Karena emas tidak memberikan bunga, aset ini sulit bersaing dengan obligasi berimbal hasil lebih dari 5%.

2. DXY: Melemah Sesaat, Menguat Sepekan

Indeks dolar AS turun di bawah 102 pada Jumat dan mengakhiri kenaikan empat sesi beruntun. Meski demikian, indeks tetap berada di jalur kenaikan mingguan 0,9%, yang akan menjadi pekan ketiga berturut-turut.

Dengan kata lain, pelemahan Jumat baru koreksi kecil dan belum menjadi pembalikan tren. Jika DXY kembali naik, emas akan kesulitan menembus resistance. Untuk konteks lebih lanjut, baca mengapa dolar AS tetap bertahan meski data pekerjaan lemah.

3. Prospek Suku Bunga: Data Lemah, Pesan Fed Tetap Keras

Payroll non-pertanian September hanya naik 29 ribu, jauh di bawah ekspektasi 90 ribu. Data dua bulan sebelumnya juga direvisi turun, dan tingkat pengangguran naik ke 4,2%. Akibatnya, pasar tidak lagi memperhitungkan kenaikan suku bunga pada Oktober.

Namun, para pejabat Fed tidak ikut melunak:

  • Lorie Logan (Dallas Fed): suku bunga perlu naik minimal 50 bps lagi.
  • Neel Kashkari (Minneapolis Fed): kenaikan lanjutan kemungkinan diperlukan, tetapi langkah Oktober belum pasti.
  • Philip Jefferson (Wakil Ketua Fed): inflasi terlalu lama berada di level tinggi, sehingga keputusan butuh waktu.
  • Lisa Cook (Gubernur Fed): guncangan pasokan makin persisten, termasuk akibat pembangunan infrastruktur AI.

Di sisi lain, ISM Manufaktur September tercatat 54,5, sembilan bulan berturut-turut di atas 50. Pesanan baru dan tunggakan pesanan menguat. Ekonomi yang terlalu panas seperti ini justru memperkuat argumen pengetatan. Pasar pun masih melihat peluang tinggi kenaikan pada Desember.

4. Minyak: Reda, Tetapi Belum Aman

Minyak mentah diperdagangkan sekitar $92 per barel pada Jumat. Harga sempat menyentuh $88,06, terendah dalam sebulan. Brent juga turun di bawah $100. Pelepasan cadangan G7 sebesar 100 juta barel dalam empat bulan menjadi pendorong utamanya.

Penurunan ini menekan ekspektasi inflasi dan sedikit mengurangi tekanan pada Fed. Akan tetapi, rilis cadangan hanya bersifat sementara. Karena itu, pasar minyak masih rentan terhadap kejutan pasokan. Untuk skenario harga lebih panjang, lihat proyeksi harga minyak Brent 2026.

5. Geopolitik: Premi Risiko yang Tidak Bekerja Penuh

Presiden Trump menyatakan bahwa serangan ke Iran "mungkin" ditingkatkan setelah pemilu paruh waktu 3 November. Ia juga menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sementara itu, AS dilaporkan mengirim kelompok kapal induk ketiga ke Timur Tengah.

Secara teori, eskalasi mendukung emas. Namun pada Jumat, saham menguat dan permintaan safe haven berkurang. Artinya, geopolitik hanya menjadi penopang bila disertai kepanikan pasar. Tanpa itu, yield tetap lebih dominan.

Penopang Struktural: ETF dan Bank Sentral

Dukungan terkuat emas datang dari sisi permintaan. Kepemilikan long ETF emas naik ke level tertinggi empat tahun. Selain itu, cadangan emas PBOC bertambah 650.000 ons pada Agustus menjadi 76,73 juta ons. Itu kenaikan terbesar dalam tiga tahun dan bulan ke-22 berturut-turut. Anda dapat memantau data cadangan global melalui World Gold Council.

Meski demikian, pembelian bank sentral bersifat jangka panjang. Aliran ini jarang mampu menahan penurunan harian saat yield melonjak. Bagaimanapun, ia membentuk lantai harga yang lebih kokoh.

Skenario Pekan Depan

Bullish: yield turun di bawah 5,2%, DXY kembali di bawah 102, dan pejabat Fed melunak. Data tenaga kerja yang lemah akan mulai berdampak.

Bearish: yield kembali menguji 5,34%, dolar menguat, dan pernyataan Fed makin hawkish. Dalam kondisi ini, koreksi emas bisa berlanjut. Perak yang sudah jatuh ke level terendah dua bulan memberi peringatan awal.

Bias kami: emas cenderung bergerak sideways dengan risiko turun. Yield dan Fed masih memegang kendali. Sebaliknya, ETF dan bank sentral akan menahan penurunan yang terlalu dalam. Pantau juga pernyataan pejabat Fed dan kalender FOMC. Sebelum rilis data besar, baca pula analisa kami sebelumnya di analisis harga emas menjelang NFP.

Perspektif Teknis Emas Pekan Depan

Emas D1 kini berada di persimpangan yang genting. Harga bertahan di sekitar $4.140 setelah gagal mempertahankan area $4.200, yang sebelumnya menjadi support kunci dan kini berbalik menjadi resistance. Struktur teknikalnya jelas bearish: harga terjebak di bawah EMA 200, sehingga setiap rebound akan menghadapi tembok dinamis berlapis.

Garis kanal turun juga masih menekan, dan pola lower high yang konsisten menunjukkan penjual masih memegang kendali. RSI di 38,45 belum masuk area jenuh jual, jadi ruang koreksi lanjutan masih terbuka. Selama harga di bawah $4.200, bias condong turun dengan target awal $4.100, lalu area psikologis $4.000 yang beririsan dengan "Harga rendah Agustus".

Jika $4.000 jebol, support kuat berikutnya ada di $3.943, bagian dari zona demand Nov '25. Namun, skenario bullish tidak boleh diabaikan: kanal turun pada titik 3 dan 5 membentuk potensi falling wedge, dan jika harga menutup D1 di atas $4.270 hingga $4.311 sekaligus menembus garis tren, pembalikan menuju $4.400 hingga $4.500 bisa terbuka.

Kuncinya ada pada reaksi harga di $4.100 dan $4.200. Penutupan di bawah $4.100 mengonfirmasi lanjutan turun, sedangkan pantulan kuat dari area ini bisa menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai kehabisan tenaga. Pada akhirnya, arah emas pekan depan akan ditentukan oleh geopolitik, yield dan sikap hawkish Fed, bukan oleh sentimen safe haven semata.

Tags: geopolitcs gold usoil yield
Berdagang Sekarang
Syarat dan Ketentuan Berlaku

Klik disini untuk mengakses Kalender Ekonomi

Disclaimer: Materi ini disediakan sebagai komunikasi marketing umum untuk tujuan informasi saja dan bukan merupakan penelitian investasi independen. Tidak ada satu pun dalam komunikasi ini yang berisi, atau harus dianggap berisi, saran investasi atau rekomendasi investasi atau permintaan untuk tujuan membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Semua informasi yang diberikan dikumpulkan dari sumber-sumber yang memiliki reputasi baik dan informasi apa pun yang mengandung indikasi kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan atau indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja di masa depan. Pengguna mengakui bahwa setiap investasi dalam Produk dengan Leverage memiliki tingkat ketidakpastian tertentu dan bahwa setiap investasi semacam ini melibatkan risiko tingkat tinggi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari investasi yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan dalam komunikasi ini. Komunikasi ini tidak boleh direproduksi atau didistribusikan lebih lanjut tanpa izin tertulis dari kami.

Article Author

Ady Phangestu

Penulis buku teknikal analisa valuta asing, praktisi dan pengajar valuta asing yang sudah mengadakan seminar diberbagai wilayah Indonesia bersama dengan hfmarkets. Berkiprah didunia transaksi selama 12 tahun. Saat ini masih aktif sebagai penulis dan memberikan pembelajaran forex dan pengenalan produk finansial. Pelatihan dasar-dasar valuta asing asing secara offline maupun online.

Acara Mendatang