Harga Emas Turun, Pasar Menanti NFP Hari Ini


Ady Phangestu
-
October 02, 2026
Harga Emas Turun, Pasar Menanti NFP Hari Ini

Harga emas turun 4,73% sepanjang September, dan hari ini pasar menghadapi ujian berikutnya: laporan tenaga kerja AS (NFP). Perak terkoreksi 6,45%, platinum melemah 1,62%, dan palladium anjlok 12,75%. Penyebabnya bukan lemahnya permintaan fisik. Penyebabnya adalah bank sentral AS yang makin tegas.

Mengapa Logam Mulia Tertekan?

Pemicu utamanya adalah kenaikan suku bunga. The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00% pada 16 September. Setelah keputusan itu, platinum dan palladium ikut turun karena dolar menguat.

Selain itu, imbal hasil riil melonjak. Menurut data Texmetals, yield TIPS 10 tahun naik sekitar 0,44 poin persentase. Itu kenaikan bulanan tercepat dalam empat tahun. Akibatnya, memegang emas yang tidak memberi bunga menjadi makin mahal.

Harga minyak memperburuk keadaan. Pada 28 September, emas sempat jatuh hampir 4% karena lonjakan minyak mentah memperkuat taruhan kenaikan suku bunga. Untuk memahami arah energi, baca juga proyeksi harga minyak Brent 2026.

Event Hari Ini: Laporan NFP September

Hari ini, Jumat 2 Oktober, Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis laporan ketenagakerjaan September. Jadwalnya pukul 08.30 waktu New York, atau 19.30 WIB. Laporan ini penting karena The Fed masih menimbang kenaikan suku bunga berikutnya.

Konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja sekitar 84.000–90.000. Angka itu jauh di bawah 162.000 pada Agustus. Menurut CNBC, tingkat pengangguran diperkirakan tetap 4,1%. Namun, ADP justru melaporkan tambahan 90.000 pekerjaan swasta, di atas ekspektasi, sehingga peluang kejutan ke atas tetap terbuka.

Sejarah musiman juga menambah ketidakpastian. NFP September lebih sering di bawah estimasi. Meski begitu, angkanya melampaui ekspektasi dalam empat tahun terakhir. Karena itu, pasar akan menyoroti dua hal lain: tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah. Pejabat The Fed menilai pasar kerja mendekati kondisi penuh. Konsekuensinya, data upah lebih menentukan arah suku bunga ketimbang angka headline.

Berikut skenario penulis untuk logam mulia:

  1. Pertama, jika NFP jauh di atas 120.000 atau upah naik panas, peluang kenaikan suku bunga Oktober membesar. Dolar dan yield akan naik. Emas berisiko menguji 4.100 dolar, dan perak bisa turun ke area 58.
  2. Kedua, jika NFP lemah di bawah 50.000 atau pengangguran naik ke 4,2%, tekanan pada emas mereda. Emas berpeluang kembali ke 4.250–4.300.
  3. Ketiga, jika angka sesuai konsensus, pasar kemungkinan bergerak mendatar. Emas saat ini bertahan di kisaran 4.150 dolar per ons.

Prospek Oktober: Dolar dan Yield Masih Dominan

Terlepas dari hasil NFP, dolar AS tetap kuat. Indeks dolar (DXY) bertahan di sekitar 101,6, level tertinggi sejak Juni. Analis ING menilai dolar kemungkinan tetap diminati selama data ekonomi AS solid.

Pasar juga belum selesai menghitung langkah The Fed. Menurut CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga Oktober sekitar 47%. Peluang kenaikan Desember mencapai 91%. Sementara itu, Presiden Fed New York John Williams menyebut satu kenaikan lagi mungkin cukup.

Dengan demikian, emas cenderung bergerak mendatar dengan bias tertekan. Untuk melihat pola pantulan jangka pendek, simak analisis emas rebound di HFM.

Siapa Berpeluang Unggul hingga Akhir Tahun?

Platinum menjadi kandidat terkuat. Pertama, harganya turun paling kecil di September. Kedua, pasokannya ketat. WPIC memperkirakan defisit platinum keempat berturut-turut pada 2026. Ketiga, permintaan industri naik, termasuk dari sektor kaca dan teknologi.

Perak menawarkan peluang sekaligus risiko. Jika The Fed berhenti mengetat, perak biasanya memantul paling cepat. Namun, jika dolar terus naik, perak juga jatuh paling dalam.

Palladium paling rapuh, karena surplus pasokan yang melebar dan rentang harga 950–1.500 dolar. Sebagian investor juga membandingkan emas dengan aset lindung nilai lain. Untuk perspektif itu, baca prospek Bitcoin kuartal IV.

Proyeksi Harga Akhir 2026

Berikut estimasi skenario dasar, bukan angka resmi lembaga mana pun:

  • Emas berpeluang bergerak di 4.100–4.500 dolar per ons. Support ada di 4.110 dan 4.000. Resistance ada di 4.300 dan 4.500. Sebagai pembanding, JPMorgan menargetkan 4.500 pada Q4, sedangkan Goldman Sachs 4.900.
  • Perak diperkirakan di 54–66 dolar. Platinum di 1.600–1.900 dolar, dengan resistance di 1.800. Palladium di 1.100–1.350 dolar.
  • Skenario bullish muncul jika The Fed berhenti mengetat. Dalam kondisi itu, emas bisa mendekati 4.700–4.900. Sebaliknya, jika DXY menembus 102–103, emas berisiko turun ke 3.900–4.000.

Kesimpulan

Harga emas turun karena yield riil dan dolar bergerak melawannya. NFP hari ini bisa mempertegas atau meredakan tekanan itu. Meski begitu, platinum punya fondasi fisik yang lebih kuat. Pantau angka NFP, upah per jam, dan sinyal The Fed berikutnya. Keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan profil risiko Anda.

Tags: gold jobs palladium silver
Berdagang Sekarang
Syarat dan Ketentuan Berlaku

Klik disini untuk mengakses Kalender Ekonomi

Disclaimer: Materi ini disediakan sebagai komunikasi marketing umum untuk tujuan informasi saja dan bukan merupakan penelitian investasi independen. Tidak ada satu pun dalam komunikasi ini yang berisi, atau harus dianggap berisi, saran investasi atau rekomendasi investasi atau permintaan untuk tujuan membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Semua informasi yang diberikan dikumpulkan dari sumber-sumber yang memiliki reputasi baik dan informasi apa pun yang mengandung indikasi kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan atau indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja di masa depan. Pengguna mengakui bahwa setiap investasi dalam Produk dengan Leverage memiliki tingkat ketidakpastian tertentu dan bahwa setiap investasi semacam ini melibatkan risiko tingkat tinggi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari investasi yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan dalam komunikasi ini. Komunikasi ini tidak boleh direproduksi atau didistribusikan lebih lanjut tanpa izin tertulis dari kami.

Article Author

Ady Phangestu

Penulis buku teknikal analisa valuta asing, praktisi dan pengajar valuta asing yang sudah mengadakan seminar diberbagai wilayah Indonesia bersama dengan hfmarkets. Berkiprah didunia transaksi selama 12 tahun. Saat ini masih aktif sebagai penulis dan memberikan pembelajaran forex dan pengenalan produk finansial. Pelatihan dasar-dasar valuta asing asing secara offline maupun online.

Acara Mendatang