Notulen The Fed Pastikan Hawkish: Pound Sterling Terjepit Dolar dan Harga Minyak
Pasar tidak lagi bertanya apakah bank sentral akan terus mengetatkan kebijakan. Pertanyaannya kini seberapa jauh dan seberapa lama. Notulen rapat September The Fed menegaskan arah itu, sementara harga minyak yang kembali di atas US$100 per barel memperburuk tekanan inflasi. Akibatnya, pound sterling terseret ke dekat level terendah tiga bulan di sekitar $1,3200.
The Fed Siapkan Kenaikan Lagi
Notulen yang dirilis Rabu waktu setempat menunjukkan sebagian besar peserta rapat menilai satu kenaikan lagi pantas dilakukan sebelum tahun berakhir. Ke-12 anggota pemegang suara juga mendukung kenaikan seperempat poin pada September. Dengan langkah itu, kisaran suku bunga acuan naik ke 3,75%–4,00%. Kutipan dalam notulen resmi The Fed menyebut kebijakan yang lebih ketat sebagai langkah "bijak" demi mengelola risiko.
Lebih lanjut, beberapa pejabat menilai suku bunga saat ini "tidak restriktif atau hanya sedikit restriktif". Sinyalnya jelas. Bank sentral AS melihat ruang untuk mengetatkan lebih jauh tanpa mencekik pertumbuhan.
Dua sumber tekanan inflasi disebut secara eksplisit. Pertama, harga minyak dan bahan bakar yang terdorong gejolak Timur Tengah. Kedua, lonjakan investasi terkait kecerdasan buatan. Staf The Fed kini memperkirakan inflasi baru kembali ke target 2% pada 2029.
Desember Jadi Titik Kunci
Barclays, Commonwealth Bank of Australia (CBA), dan PNC kompak menempatkan Desember sebagai waktu paling mungkin. PNC bahkan memproyeksikan jeda pada rapat 27–28 Oktober, kenaikan pada Desember, dan satu lagi pada Maret. Dengan skenario itu, suku bunga dana federal mencapai 4,25%–4,50% pada musim semi.
Pasar berpikir serupa. Menurut CME FedWatch, peluang kenaikan Oktober hanya sekitar satu banding lima, sedangkan langkah Desember hampir sepenuhnya diperhitungkan. Penyebabnya adalah laporan tenaga kerja September. Ekonomi AS hanya menambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi 90.000.
Minyak dan Hormuz Memperburuk Keadaan
Sementara itu, minyak mentah Brent kembali melampaui US$100 per barel. Iran meningkatkan serangan terhadap kapal di Selat Hormuz. Karena itu, pasar kini memperhitungkan lebih dari 100 basis poin pengetatan Bank of England hingga akhir tahun depan. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilt) pun menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun.
Pembuat kebijakan BoE, Catherine Mann, menambah kekhawatiran. Ia menyatakan inflasi di atas target 2% tampak sudah mengakar. Ia juga memperingatkan inflasi bisa mencapai 4% menjelang pergantian tahun, saat negosiasi upah biasanya berlangsung.
Apakah Pasar Terlalu Agresif terhadap BoE?
Di sinilah letak persoalannya. Pasar memperkirakan peluang kenaikan BoE pada 5 November sekitar 85%. CBA justru menilai ekspektasi itu berlebihan. Bank asal Australia tersebut hanya memperkirakan satu kenaikan lagi, sedangkan pasar menghitung empat. Selisih itu menjadi dasar proyeksi CBA bahwa GBP/USD turun ke 1,24 pada pertengahan 2027. Ruang fiskal Inggris yang terbatas menambah beban.
Namun, pandangan tidak seragam. Bank lain memperkirakan pound bertahan baik dalam jangka dekat. Meski begitu, The Fed kemungkinan harus menaikkan suku bunga lebih banyak dibanding bank sentral G10 lainnya karena pertumbuhan AS yang ditopang AI.
Ironisnya, pound justru perkasa di tempat lain. Terhadap euro, sterling naik ke level tertinggi sejak Juni tahun lalu. Krisis fiskal Prancis yang kian dalam menekan mata uang bersama. Dengan kata lain, kekuatan dolar, bukan kelemahan Inggris semata, yang menggerakkan pasar. Pergerakan serupa terlihat pada aset lain, seperti dibahas dalam analisis HFM tentang mengapa franc Swiss gagal menjadi safe haven dan saham yang mendekati rekor saat imbal hasil Treasury 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2002.
Level dan Jadwal yang Perlu Dicermati
Hari ini, Gubernur BoE Andrew Bailey dan sejumlah pembuat kebijakan lain berbicara. Gubernur The Fed Christopher Waller menyusul pukul, setelah rilis data klaim pengangguran AS. Jika Waller mendukung nada notulen, GBP/USD berpeluang menuju 1,3139. Sebaliknya, pemulihan harus menembus 1,3272 lebih dulu, lalu 1,3310.
Selanjutnya, perhatian beralih ke Anggaran Inggris 28 Oktober. The Fed memutuskan satu hari sebelumnya, sehingga sisi dolar sudah terkunci sebelum risiko fiskal Inggris mereda. Ada kemungkinan pound tertahan hingga anggaran dan baru pulih setelahnya, asalkan anggaran tidak memicu kejutan.

Tinjauan Teknis GBPUSD
Pasangan ini diperdagangkan di sekitar 1,3200 setelah koreksi tajam dari puncak Agustus di area 1,3674, dan kini mencoba untuk menguji garis support, yang menjadi benteng terakhir bagi struktur bullish makro sejak akhir 2025. Tekanan jual masih dominan karena harga berada di bawah seluruh EMA (20, 50, 200), dengan EMA 20 di 1,3300 yang menjadi penghambat pertama, disusul EMA 50 dan EMA 200 yang mulai melandai turun.
Resistance terdekat berada di 1,3272, area breakdown sekaligus batas atas konsolidasi sempit sepanjang awal Oktober, yang sudah berkali-kali gagal ditembus; penutupan harian di atasnya baru akan membuka ruang menuju 1,3310 dan 1,3400. RSI di 35,73 masih berada di zona lemah, tidak jauh dari oversold. Pantulan dari area 25 pada akhir September belum cukup kuat untuk menandai pembalikan, sebab belum ada divergensi bullish yang jelas dan RSI tertahan di bawah level 40.
Skenario dasarnya bearish: jika support channel jebol dengan penutupan harian di bawah 1,3139 (low Juni), harga berisiko meluncur ke 1,3000, level psikologis yang juga bertepatan dengan dasar channel sebelumnya. Sebaliknya, jika support channel bertahan dan 1,3272 berhasil ditembus, rebound korektif menuju 1,3310-1,3400 terbuka. Dengan latar fundamental dolar yang ditopang ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan minyak di atas US$100, risiko lebih condong ke bawah, sehingga level 1,3139 menjadi penentu arah berikutnya.
Kesimpulan Strategis
Pasar berada di persimpangan. Dolar didukung imbal hasil tinggi dan kebijakan The Fed yang makin hawkish. Pound dijepit minyak mahal, inflasi yang mengakar, dan ekspektasi BoE yang mungkin terlalu tinggi. Oleh karena itu, investor sebaiknya mewaspadai Oktober sebagai bulan penentu. Data, retorika bank sentral, dan anggaran Inggris akan menentukan apakah GBP/USD bertahan di atas 1,31 atau melemah lebih dalam.
Syarat dan Ketentuan Berlaku
Klik disini untuk mengakses Kalender Ekonomi
Disclaimer: Materi ini disediakan sebagai komunikasi marketing umum untuk tujuan informasi saja dan bukan merupakan penelitian investasi independen. Tidak ada satu pun dalam komunikasi ini yang berisi, atau harus dianggap berisi, saran investasi atau rekomendasi investasi atau permintaan untuk tujuan membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Semua informasi yang diberikan dikumpulkan dari sumber-sumber yang memiliki reputasi baik dan informasi apa pun yang mengandung indikasi kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan atau indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja di masa depan. Pengguna mengakui bahwa setiap investasi dalam Produk dengan Leverage memiliki tingkat ketidakpastian tertentu dan bahwa setiap investasi semacam ini melibatkan risiko tingkat tinggi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari investasi yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan dalam komunikasi ini. Komunikasi ini tidak boleh direproduksi atau didistribusikan lebih lanjut tanpa izin tertulis dari kami.